Ada banyak orang dimasa kini mengatakan bahwa Paulus adalah nabi palsu sebab dia mengubah hukum: “haram makan daging babi menjadi halal, wajib sunat menjadi tidak wajib” yang dengannya bertentangan dengan ajaran Yesus yang membenarkan haram makan daging babi dan sunat. Kelompok anti Paulus itu memakai Matius 5:17-18 untuk membenarkan pola pikirnya. Mereka kemudian berkata.: ”Taurat (Ulangan 14:7-19, Imamat 11:4-23) mengharamkan babi, mewajibkan sunat (Kejadian 17:10) dan Yesus datang menggenapinya, maka itu berarti Yesus menyetujui semua yang dikatakan oleh Taurat Musa”. Benarkah demikian?
Teks Matius 5:17-18 sbb.: "5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk MENGGENAPINYA 5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, SEBELUM semuanya terjadi. ”.
a. Secara tidak disadari bahwa kelompok anti Paulus mengakui kewibawaan Alkitab sebagai firman Tuhan (otentik dan bukan palsu). Jika ada dari antara mereka yang menuduh bahwa Alkitab adalah palsu, maka hal itu berarti juga mereka menentang cara berpikir dan tindakan mereka sendiri.
b. Tentu saja benar bahwa Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, juga tidak menggunakannya secara salah.
c. Apakah artinya kalau Yesus berkata: “menggenapinya”. Apa yang perlu digenapi adalah segala sesuatu yang TIDAK GENAP/YANG MASIH KURANG, YANG BELUM SEMPURNA. Sebab kalau sudah genap untuk apa digenapi lagi? Itu berarti Yesus mengakui bahwa Hukum Taurat masih KURANG/GANJIL, MASIH ADA YANG PERLU DITAMBAHKAN.
d. Siapakah yang akan MENGGENAPI semua kekurangan itu dan memperbaiki segala keganjilan Taurat Yahudi ? Dia adaalah Yesus. Kalau Yesus berkata: Aku datang untuk menggenapinya, maka itu berarti tidak akan ada lagi makhluk, atau nabi, atau rosul, atau apa pun yang akan datang menggenapinya karena memang sudah genap, sempurna dan ok. Hanya orang yang tidak waras, yang mengerang seperti anjing melolong, yang akan berusaha ‘menggenapi kembali Taurat maupun Injil yang sudah sempurna.
e. Manakah hal-hal yang telah digenapi oleh Yesus?:
• Konsep Allah Yang Esa. Konsep “Allah yang Esa” yang dianut oleh kaum Yahudi ini (Ulangan 6:4) dan para penyembah Allah lainnya telah digenapi. Kita tidak cukup hanya percaya bahwa Allah itu esa (secara numeric). Tetapi apa esa itu? Banyak kaum dan bangsa memahaminya secara matematis, tunggal. Konsep seperti itu tidak cukup. Alkitab berkata: “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.” (Yakobus 2:19). Jika manusia hanya memahami Allah sebagai yang esa, maka pengakuan manusia tidak beda dengan pengakuan setan-setan. Allah tidak cukup hanya dimengerti secara matematis, kaku, sebagaimana iblis mempercayainya. Konsep seperti itu kurang memadai untuk mengungkap realitas Sang Ada. Alkitab menjelaskan bahwa Sang Ada (Allah) adalah Esa (Satu) HakikatNya dalam Tiga Pribadi: Bapa dan Putera dan Roh Kudus. (Markus 1:9-11; Matius 28:19).
• Hukum Balas Dendam. Ajaran agama manapun membolehkan/halal balas dendam demi keadilan (Allahnya), kecuali agama Kristen. Nabi mana pun dalam tradisi keagamaan di dunia ini mengajarkan hal yang sama (sekali pun memakai embel-embel: balas dendam boleh dengan beberapa syarat). Sebaliknya, bagi agama Kristen, balas dendam haram hukumnya. Yesus mengajarkan lebih baik makan daging babi daripada balas dendam (Markus 7:17-23). Lebih baik menjadi penjagal babi, daripada penjagal manusia. Hukum gigi ganti gigi ala Yahudi (Ulangan 19:21) masih kurang maka perlu digenapi dengan kasih (Matius 5:44). Kadang-kadang orang membunuh dan melakukan balas dendam untuk membela reputasi Allah. Namun Alkitab menolak cara-cara seperti itu. Manusia tidak mungkin dapat membela Allah. Seolah-olah Allah adalah pribadi yang lemah dan tidak dapat membela diriNya. Orang-orang yang membunuh atas nama Allah pada dasarnya adalah orang yang tidak mengenal Allah. Alkitab mengingatkan: “Akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. (Yohanes 16:2-3)
• Makanan (Babi) Haram. Tradisi Yahudi mengharamkan makan daging babi. Hal itu disebabkan oleh banyaknya bangsa yang menyembah dewa-dewa di sekitar bangsa Yahudi. Babi, misalnya adalah binatang kurban yang dipersembahkan bagi Dewa Tammuz di Babilonia. Musa menyadari kenyataan itu, maka ia mengharamkan sejumlah binatang (antara lain babi) agar orang-orang Yahudi tidak tergoda memelihara babi dan mengurbankannya kepada para dewa, yang bukan Yahwe. Kebijakan Musa itu perlu untuk menjaga kesetiaan Yahudi menyembah Yahwe semata. Tradisi Kekristenan tidak mengenal binatang (makanan) Haram sebab Alkitab berkata: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram” (Kisah Para Rasul 10:15). Di manakah hal itu dinyatakan? Persis setelah Allah menciptakan segala burung-burung di udara dan binatang-binatang di air (laut), Alkitab bersaksi: “Allah melihat bahwa semuanya itu baik (halal). Lalu Allah memberkati semuanya itu” (Kejadian 1:20-22). Demikian juga setelah Allah menciptakan segala jenis makhluk hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar, Alkitab bersaksi: “Allah melihat bahwa semuanya itu baik (halal)” (Kejadian 1:24-24). Itulah pada mula penciptaan segala jenis makhluk hidup, binatang (hewan) dan tumbuh-tumbuhan. Dalam perjalanannya, ternyata ada yang diharamkan (Ulangan 14:7-19, Imamat 11:4-23). Jika Yesus menyetujui semuanya itu, maka prosedur “Dia datang untuk menggenapi” tidak berlaku. Sebaliknya, Yesus memperbaiki, mengoreksi, menyempurnakan salah pengertian/konsep orang-orang Yahudi berkaitan dengan segala makanan yang telah Dia ciptakan. Dia bersabda:
“Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.
Kata-Nya lagi:
"Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang." (Markus 7:18-23).
Bahkan orang memakai narkoba: bukan karena narkoba yang masuk ke dalam mulutnya maka ia salah (jahat), tetapi karena kehendak/niat hati dan tindakannya untuk memakai narkoba itulah maka dia salah dan jahat.
• Poligami. Banyak nabi; baik yang sejati maupun yang palsu; orang Yahudi maupun yang lainnya berpoligami. Mengapa orang Yahudi berpologami? Allah tidak menghendaki poligami (Kejadian 2:21-24), tetapi mereka melakukannya juga karena ‘bertegar hati” (Markus 10:5)). Yesus kemudian meluruskan apa yang masih kurang [salah pengertian/poligami] ini dengan bersabda:
“Pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia…. Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah." (Markus 10:6-9.11-12)
• Sunat. Perhatikan perkataan Alkitab berikut ini:
"Lihat, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa AKU MENGHUKUM ORANG-ORANG YANG TELAH BERSUNAT KULIT KHATANNYA (Yeremia 9:25).
Menurut Yesus, Sunat pada dasarnya bukan perintah Allah, juga bukan perintah Musa, tetapi perintah nenek moyang bangsa Yahudi (Yohanes 7:22). Perkataan Yesus ini bermaksud untuk mendudukkan masalah sunat pada tempatnya yang sebenarnya sekaligus menggenapi segala apa yang kurang di dalamnya. Kekurangan sunat terletak pada pemahaman orang Yahudi yang melulu lahiriah (Efesus 2:11). Sunat yang benar adalah “mengerat kulit khatan hati” (Ulangan 10:16, Yeremia 4:4). Itulah sebabnya dikemudian hari Rasul Paulus berkata:
“Bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah (I Korintus 7:9)… Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih (Galatia 5:6). Paulus mengingatkan: “Sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di antara mereka yang berpegang pada hukum sunat. Dengan omongan yang sia-sia mereka menyesatkan pikiran. Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan. Seorang dari kalangan mereka, nabi mereka sendiri." (Titus 1:10-12).
• Ibadah pada hari Sabtu (Sabat). Orang Yahudi beranggapan bahwa “manusia untuk hari Sabat”. Orang tidak boleh bekerja pada hari Sabat, sekalipun pekerjaan itu untuk menyelamatkan nyawa seorang manusia. Boleh dibilang: hari Sabat lebih penting daripada manusia. Sama celakanya: Hari Sabat diadakah agar pada hari itu perintah Yahwe diabaikan. Pemahaman orang Yahudi yang tidak benar (kurang) itu dikoreksi oleh Yesus. Yesus tahu bahwa YAHWE tidak bermaksud sebagaimana orang Yahudi memahaminya. Yahwe bermaksud agar pada hari Sabat, semua orang Yahudi memuliakan, menyembah, menguduskan dan beribadah kepadaNya. Kalau di sana sini dalam Alkitab dikatakan “jangan melakukan pekerjaan” maka pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan yang dapat memalingkan seseorang dari YAHWE. Ada banyak pekerjaan yang dapat memalingkan seseorang dari Yahwe: bekerja di ladang, menjual gandum (alasan ekonomi), mengurus lembu di padang (alasan memelihara hewan korban persembahan, kelihatannya religius, tetapi boleh jadi mengambil binatang untuk dipersembahkan kepada Baal), dan masih banyak lagi pekerjaan yang dapat memalingkan seseorang dari Yahwe. Ketika seseorang berpaling dari Yahwe yakni berselingkuh dengan Dewa Baal, walaupun di luar hari Sabat, Yahwe menghukum orang itu dengan menghentikan hari Sabatnya.
“Aku (TUHAN) akan MENGHENTIKAN segala kegirangannya, hari rayanya, bulan barunya dan HARI SABATNYA dan segala perayaannya. (Hosea 2:10)”.
Artinya, kejahatan seseorang membuat hari Sabatnya tidak bermakna sama sekali. Sebaliknya, jika manusia yang menaruh belaskasihan kepada orang yang menderita akan berbahagia. (Amsal 14:21). Orang tersebut telah melaksanakan hari Sabatnya, sekalipun ia melakukannya pada hari, misalnya, Rabu. Hari Sabat diberi oleh Tuhan agar kita aktif berbuat baik dan bukan berdiam diri saja terutama ketika berhadapan dengan penderitaan sesama. Dengan berdiam diri, seseorang telah menajiskan hari Sabat. “Orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya” (Amsal 17:28). Tetapi dengan bekerja menolong orang yang sekarat, ia telah menguduskan hari Sabat. Manusia bukan untuk hari Sabat, tetapi hari Sabat untuk manusia. (Markus 2:27). Maksudnya, Tuhan mengadakan hari Sabat agar setiap orang mendapat kesempatan yang penuh guna merenungkan perintah Tuhan dan melaksnaakannya dengan sepenuh kasih. Jika kita menguduskan Tuhan hanya pada hari Sabat, apakah itu berarti segala perbuatan baik pada hari lainnya tidak menunjukkan bahwa kita memuliakan dan menguduskan Tuhan? Ketika seseorang lebih mengutamakan “hari Sabat” daripada “belaskasihan” maka Yahwe mencemooh mereka.
“Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai…Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan….Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya...Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! (Yesaya 1:11.13-14.16-17).
Mengapa orang Kristen tidak begitu peduli dengan hari Sabat? Jawabannya: karena Yesus tidak peduli dengan hari SABATitu, Ia sendiri telah meniadakan hari Sabat. (Yohanes 5:18). Lagi pula mengapa orang Kristen musti memelihara hari Sabatnya orang Yahudi? Orang Kristen tidak mengagungkan hari Sabat, apalagi menyembahNya. Yang kami sembah ialah Yesus Tuhan kami. Ia senang berkumpul bersama murid-murdNya pada hari Minggu. Ia hadir di tengah-tengah mereka. Nah, kami percaya bahwa pada zaman ini pun Yesus hadir berkumpul bersama putera-puteriNya pada hari Minggu. Bagi kami, hari minggu adalah hari ciptaan baru, dimana Tuhan yang mulia menguduskan segala-galanya. Kalau Yahwe menciptakan segala sesuatu dalam dan melalui SabdaNya pada hari pertama, maka Ia melalui AnakNya membaharui dan menciptakan kembali secara baru segala sesuatu yang telah diciptakanNya pada hari pertama juga yakni hari Minggu. Yesus membawa sesuatu yang baru dan menggenapi segala sesuatu yang masih kurang dalam Tradisi Yahudi. Jadi, orang-orang Kristen mengikuti Gurunya. Dia bukan nabi yang membeo saja dan mencaplok secara sepihak adapt-istiadat Yahudi yang kaku itu.
• Puasa. Orang Kristen kerap dicemooh karena tidak berpuasa. Puasa yang dimengerti oleh si pencemooh adalah tidak makan dan tidak minum dalam rentang waktu dari pagi pukul 06.00 hingga sore pkl 18.00 selama tiga puluh hari penuh. Karena harus menahan rasa lapar dan haus, maka mereka mengatakan bahwa tuntutan agamanya menjadi begitu berat dan tidak seperti agama Kristen yang gampangan. Puasa model si pencemooh merupakan puasa ala Yahudi yang sedikit dirombak. Tetapi intisarinya sama saja: puasa lahiriah sifatnya. Mereka mengubah air mukanya sehingga kelihatan sedih, mengumumkannya ke khalayak ramai bahwa mereka harus dihormati sebab mereka sedang berpuasa. Puasa model seperti itu sudah pasti tidak dikehendaki oleh Yahwe. Yahwe menghendaki puasa yang sifatnya bathiniah dan memerdekakan. Membuka belenggu kelaliman, memerdekakan orang yang teraniaya, melindungi kelompok minoritas, memberi roti bagi yang lapar, melindungi orang miskin, berbagi pakaian kepada orang miskin (Lihat Yesaya 58:6-7). Penghayatan yang salah, sebagaimana dipraktekkan oleh orang-orang Yahudi, disinyalir oleh Yesus sendiri.
"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." (Matius 6:16-18)
• Anjang sana ke Yerusalem. Menurut orang Yahudi, Tuhan hanya tinggal di Yerusalem. Semua orang harus mengarahkan kepalanya ke sana. Mungkin ada juga orang yang mengarahkan dan menundukkan kepalanya ke tempat lain lagi, tetapi tindakan seperti itu tidak dikehendaki oleh Tuhan. Menyembah Tuhan itu baik dan luhur, suatu kewajiban yang mulia. Tetapi mengarahkan wajah hanya kepada tempat tertentu merupakan tindakan mengerdilkan gagasan bahwa Tuhan menemukan dan mendengarkan engkau di mana pun engkau berada dan mengarahkan wajahmu. Ketika Yesus datang, Ia menggenapi apa yang masih kurang dalam penghayatan bangsa pilihan itu. Yesus bertindak benar dan menjadikan segala-galanya baik dan indah.
“Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Yohanes 4:21-24)
• Sedekah/zakat. Pada dasarnya sedekah itu baik, dan karenanya Alkitab menganjurkannya (Ester 9:22-23; Amsal 28:27), tetapi dihayati secara salah oleh orang-orang Yahudi. Sedekah atau amal saleh mereka sering dipamerkan, dicanangkan. Hal ini kritik oleh Yesus sendiri. (Matius 6:1-2). Yesus lalu menegaskan “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." (Matius 6:3-4). Sedekah dibuat bukan supaya engkau merasa telah melakukan kewajiban agamamu, tetapi nama Tuhan saja dimuliakan.
• Kerudung/jilbab. Pakai kerudung (jilbab?) adalah kebiasaan berbusana orang Yahudi dan manusia padang pasir pada umumnya. Hal itu dimaksudkan untuk melindungi tubuh mereka dari debu dan terik matahari. Walaupun demikian, hal itu tidak pernah diundangkan sebagai bagian dari ibadah dan syariat Allah, juga tidak pernah dilarang. Sah-sah saja kalau ada yang memakainya, apalagi kalau hal itu dapat menolong dia untuk lebih dekat dengan Tuhan. Ada orang yang menduga bahwa dalam 1Korintus 11:5-6, Yahwe mewajibkan setiap wanita untuk memakai jilbab. Perkiraan seperti itu total salah sebab, kalaupun melalui Paulus Yahwe menyatakan hukumnya, tetapi Yahwe sama sekali tidak mewajibkan perempuan memakai kerudung (cadar), apalagi jilbab, TETAPI yang dinyatakan oleh Paulus adalah tudung kepala. Dan tudung yang dimaksud adalah rambut.
“Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung? Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang, tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang?... Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung” (1Korintus 11:13-15).
Jadi, laki-laki perlu berambut pendek, sedangkan perempuan berambut panjang, bukan jilbab atau yang sejenisnya. Perlu diingat jilbab adalah baju kurung yang longgar, dilengkapi dengan kerudung yang menutupi kepala, sebagian muka dan dada. Jika dilihat terkesan mencolok. Kalau hal yang mencolok itu dikategorikan sebagai bagian dari ibadah, bagian dari penghayatan dan pamer iman, dan itu berarti ketika para wanita memakai jilbab, kemana dan dimana pun mereka berada, mereka sedang beribadah di depan dan dilihat orang lain. Yesus melarang hal yang demkian.
"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.” (Matius 6:1).
Yesus mengoreksi kebiasaan salah memakai jilbab sebagai kewajiban agama . Jadi, ajaran Yesus terlalau superior jika dibandingkan dengan ajaran nabi dari zaman manapun.
Selasa, 06 April 2010
Paulus Nabi Palsu?
PAULUS NABI PALSU?
Karena demikian kokohnya doktrin Trinitas, banyak orang mengarang-ngarang ceritera terbaru, kalau-kalau ia dapat menghancurkanNya. Kini sasarannya diarahkan kepada Paulus. Menurut mereka, Pauluslah yang membengkokkan dan menyesatkan kekristenan, dia adalah nabi palsu sebagaimana dinubuatkan oleh Yesus dalam Matius 7:15-16. Benarkah?
a. “7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas 7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka
b. “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu.” ”Kepadamu” maksudnya bangsa Yahudi dan para murid Kristus. Akan ada nabi palsu yang datang kepada bangsa Yahudi. Nabi palsu itu pasti bukan dari bangsa Yahudi sendiri. Ia datang dari bangsa lain, yang pergi kepada bangsa Yahudi dan bahkan akan menjarah bangsa pilihan Yahwe itu. Kalau ia berasal dari bangsa Yahudi, Yesus pasti akan mengatakan: “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu berasal dari antara saudaramu (bandingkan rumusan: dari antara saudaramu dalam Ulangan 18:18). Nabi palsu itu bahkan akan mengakui sebagai penerus nabi-nabi Yahudi. Itulah sebabnya “nabi yang datang kepadamu” itu adalah nabi palsu karena ia bukan orang Yahudi. Tidak ada nabi dari bangsa lain sebab “keselamatan datang dari bangsa Yahudi” (Yohanes 4:22), kecuali nabi palsu. Pengikut nabi palsu itu akan memakai teks lain dalam Alkitab untuk membenarkan argumentasinya. Biasanya mereka memakai 1Yohanes 2:18-19. Tetapi, teks Yohanes ini justeru membuat identitas nabi palsu itu lebih jelas sebab teks Yohanes berbicara tentang orang-orang yang anti Kristus (Mesias artinya “Sang Terurapi” sebagai utusan Allah). Nabi palsu tidak serentak anti Kristus, ia tidak serentak menolak bahwa Yesus adalah utusan Allah. Nabi palsu adalah nabi yang mengakui dirinya sebagai nabi dan utusan Allah, mengakui dirinya sebagai nabi besar dan agung melebih Mesias (Kristus). Nah, Paulus berasal dari bangsa Yahudi, dia tidak pernah mengakui dirinya sebagai nabi besar dan agung melebihi Kristus. Jadi, nubuat Yesus tidak menunjuk kepada Paulus, tetapi orang yang berasal dari luar bangsa Yahudi.
c. Menyamar seperti domba. Nabi palsu itu datang kepada bangsa Yahudi dengan menyamar seperti domba. Mula-mula ia berlaku baik; mengadopsi adat istiadat sunat, haram makan babi, mengaku-ngaku Abraham, Isak dan Yakub sebagai nabinya dan nenek moyang bangsanya. Tetapi kemudian bangsa Yahudi itulah yang dihancurkan dan disumpahinya menjadi kera yang hina, dibunuh dan diperangi sampai turun-temurun. Sesungguhnya nabi palsu itu mendatangkan angkara murka, serigala yang berbulu domba. Kedatangan nabi palsu itu disertai dengan pedang dan perang, bangsa yang satu melawan bangsa yang lainnya (Matius 24:6). Paulus tidak pernah berlaku demikian terhadap bangsanya, berlaku seperti serigala buas dan haus darah. Ia tak pernah membunuh dan menghancurkan bangsa kafir. Sebaliknya, Paulus mempertobatkan mereka. Ketika ia bermaksud untuk menghancurkan murid-murid Kristus, ia hadir bukan sebagai serigala yang berbulu domba, tetapi terbalik, domba yang berbulu serigala. Sampai akhir hidupnya, ia menjadi domba yang diseret ke pembantaian seperti guruNya.
d. Dari buahnya kita tahu. Pada akhirnya, buah yang dihasilkan oleh Paulus adalah kebaikan bagi semua murid Kristus, sedangkan nabi palsu itu adalah kehancuran. Paulus tidak pernah menghancurkan orang-orang Kristen, kecuali sebelum ia menjadi Kristen. Tetapi setelahnya, Paulus adalah pembela umat Kristen yang paling ulung. Siapakah orang-orang yang paling menghancurkan orang Kristen di masa ini? Mereka adalah penyembah atau pengikut nabi palsu itu.
e. Garis ringkasnya: nabi palsu itu akan mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Alkitab
• Mengajarkan Poligami, bertentangan dengan Matius 5:32, 1Tim 3:2.12 Tit 1:6
• Mengharamkan Babi, bertentangan dengan Markus 7:19, Kis 10:15, Kis 11:9
• Mengajarkan Sunat, bertentangan dengan Gal 6:15
• Sembahyang Ke Kiblat Tertentu, bertentangan dengan Yoh 4:21
• Mengajarkan Perang, bertentangan dengan Mat 5:44
• Menyembah Batu, bertentangan dengan Yeremia 3:9
• Menolak Kristus Sebagai Putera Yahwe bertentangan dengan Matius 16:16, Yohanes 1:12, 1 Yohanes 5:10
• Membenarkan balas dendam bertentangan dengan Matius 5:44, Roma 12:14.
• Menghakimi orang lain kafir bertentangan dengan Matius 5:22
• Sembahyang pakai kerudung bertentangan dengan Yesaya 3:18-19
• Hanya laaki-laki yang boleh sembahyang pada Hari Jumaat bertentangan dengan Kisah Para Rasul 1:14, 2:41-47.
Jadi, kita tahu bahwa belum ada seorang pun mengajarkan hal-hal di atas, TERMASUK PAULUS.
Karena demikian kokohnya doktrin Trinitas, banyak orang mengarang-ngarang ceritera terbaru, kalau-kalau ia dapat menghancurkanNya. Kini sasarannya diarahkan kepada Paulus. Menurut mereka, Pauluslah yang membengkokkan dan menyesatkan kekristenan, dia adalah nabi palsu sebagaimana dinubuatkan oleh Yesus dalam Matius 7:15-16. Benarkah?
a. “7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas 7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka
b. “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu.” ”Kepadamu” maksudnya bangsa Yahudi dan para murid Kristus. Akan ada nabi palsu yang datang kepada bangsa Yahudi. Nabi palsu itu pasti bukan dari bangsa Yahudi sendiri. Ia datang dari bangsa lain, yang pergi kepada bangsa Yahudi dan bahkan akan menjarah bangsa pilihan Yahwe itu. Kalau ia berasal dari bangsa Yahudi, Yesus pasti akan mengatakan: “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu berasal dari antara saudaramu (bandingkan rumusan: dari antara saudaramu dalam Ulangan 18:18). Nabi palsu itu bahkan akan mengakui sebagai penerus nabi-nabi Yahudi. Itulah sebabnya “nabi yang datang kepadamu” itu adalah nabi palsu karena ia bukan orang Yahudi. Tidak ada nabi dari bangsa lain sebab “keselamatan datang dari bangsa Yahudi” (Yohanes 4:22), kecuali nabi palsu. Pengikut nabi palsu itu akan memakai teks lain dalam Alkitab untuk membenarkan argumentasinya. Biasanya mereka memakai 1Yohanes 2:18-19. Tetapi, teks Yohanes ini justeru membuat identitas nabi palsu itu lebih jelas sebab teks Yohanes berbicara tentang orang-orang yang anti Kristus (Mesias artinya “Sang Terurapi” sebagai utusan Allah). Nabi palsu tidak serentak anti Kristus, ia tidak serentak menolak bahwa Yesus adalah utusan Allah. Nabi palsu adalah nabi yang mengakui dirinya sebagai nabi dan utusan Allah, mengakui dirinya sebagai nabi besar dan agung melebih Mesias (Kristus). Nah, Paulus berasal dari bangsa Yahudi, dia tidak pernah mengakui dirinya sebagai nabi besar dan agung melebihi Kristus. Jadi, nubuat Yesus tidak menunjuk kepada Paulus, tetapi orang yang berasal dari luar bangsa Yahudi.
c. Menyamar seperti domba. Nabi palsu itu datang kepada bangsa Yahudi dengan menyamar seperti domba. Mula-mula ia berlaku baik; mengadopsi adat istiadat sunat, haram makan babi, mengaku-ngaku Abraham, Isak dan Yakub sebagai nabinya dan nenek moyang bangsanya. Tetapi kemudian bangsa Yahudi itulah yang dihancurkan dan disumpahinya menjadi kera yang hina, dibunuh dan diperangi sampai turun-temurun. Sesungguhnya nabi palsu itu mendatangkan angkara murka, serigala yang berbulu domba. Kedatangan nabi palsu itu disertai dengan pedang dan perang, bangsa yang satu melawan bangsa yang lainnya (Matius 24:6). Paulus tidak pernah berlaku demikian terhadap bangsanya, berlaku seperti serigala buas dan haus darah. Ia tak pernah membunuh dan menghancurkan bangsa kafir. Sebaliknya, Paulus mempertobatkan mereka. Ketika ia bermaksud untuk menghancurkan murid-murid Kristus, ia hadir bukan sebagai serigala yang berbulu domba, tetapi terbalik, domba yang berbulu serigala. Sampai akhir hidupnya, ia menjadi domba yang diseret ke pembantaian seperti guruNya.
d. Dari buahnya kita tahu. Pada akhirnya, buah yang dihasilkan oleh Paulus adalah kebaikan bagi semua murid Kristus, sedangkan nabi palsu itu adalah kehancuran. Paulus tidak pernah menghancurkan orang-orang Kristen, kecuali sebelum ia menjadi Kristen. Tetapi setelahnya, Paulus adalah pembela umat Kristen yang paling ulung. Siapakah orang-orang yang paling menghancurkan orang Kristen di masa ini? Mereka adalah penyembah atau pengikut nabi palsu itu.
e. Garis ringkasnya: nabi palsu itu akan mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Alkitab
• Mengajarkan Poligami, bertentangan dengan Matius 5:32, 1Tim 3:2.12 Tit 1:6
• Mengharamkan Babi, bertentangan dengan Markus 7:19, Kis 10:15, Kis 11:9
• Mengajarkan Sunat, bertentangan dengan Gal 6:15
• Sembahyang Ke Kiblat Tertentu, bertentangan dengan Yoh 4:21
• Mengajarkan Perang, bertentangan dengan Mat 5:44
• Menyembah Batu, bertentangan dengan Yeremia 3:9
• Menolak Kristus Sebagai Putera Yahwe bertentangan dengan Matius 16:16, Yohanes 1:12, 1 Yohanes 5:10
• Membenarkan balas dendam bertentangan dengan Matius 5:44, Roma 12:14.
• Menghakimi orang lain kafir bertentangan dengan Matius 5:22
• Sembahyang pakai kerudung bertentangan dengan Yesaya 3:18-19
• Hanya laaki-laki yang boleh sembahyang pada Hari Jumaat bertentangan dengan Kisah Para Rasul 1:14, 2:41-47.
Jadi, kita tahu bahwa belum ada seorang pun mengajarkan hal-hal di atas, TERMASUK PAULUS.
Trinitas: Buatan Manusia?
Sebenarnya, semua kata, kalimat dan bahasa di bumi ini adalah produk kecerdasan manusia. Tidak ada bahasa yang secara khusus diajarkan oleh Allah. Allah mengkomunikasikan kehendak dan ajaranNya dengan “meminjam” bahasa manusia. Siapakah yang dapat menyangkal fakta tersebut? Kita semua tahu bahwa semua bahasa yang dipakai oleh semua Kitab Suci agama apa pun pada dasarnya memakai bahasa manusia.
Jika Yesus hanya manusia biasa seperti Anda, Dia tidak mungkin dilawan sedemikian hebatnya oleh baik manusia, buku, mitos, legenda, dongeng maupun karikatur dan bahkan nabi palsu. Jadi, perlawanan yang sengit terhadap Ketuhanan Yesus membuktikan bahwa Dia benar-benar Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika Yesus hanya manusia biasa seperti Anda, bagaimana mungkin TUHAN membiarkan milyaran HATI dan BIBIR di muka bumi ini mengakui bahwa Yesus adalah TUHAN? Jika TUHAN memakai manusia, buku, dongeng, legenda dan karikatur untuk memberangus orang-orang yang mengakui bahwa Yesus adalah TUHAN, bukankah Dia tahu bahwa usahaNya itu telah gagal total? Faktanya dari hari ke hari makin banyak manusia yang mengakui bahwa Yesus adalah TUHAN. Dalam kasus ini, apakah Allah sendiri tidak mau segera bertindak mengingat orang-orang kepercayaanNya telah gagal? Anda tahu, jika pengakuan atas Ketuhanan Yesus merupakan penghujatan terhadap Allah, maka Allah sendirilah yang bertanggungjawab untuk membela reputasiNya. Toh, Dia mampu melakukannya. Manakala Allah memakai manusia dan mengandalkan manusia , buku, dongeng, legenda dan karikatur untuk membela nama baikNya, maka pada dasarnya Dia bukan Allah, tetapi allah. Sepanjang Allah tidak dapat menghentikan pengakuan orang-orang Kristen atas ke-TUHAN-an Yesus, maka kesimpulannya Yesus adalah TUHAN , yang bukan sekadar Tu(h)an.
Perhatikan teks Alkitab berikut ini:
• Kis 11:20 “Memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan”.
• Roma 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
• I Kor 12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus.
• Kis 4:2 “dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati”
• Kis 4:12 “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
• I Korintus 3:11. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
• Lukas 10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu."
• Yohanes 6:44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
• Yohanes 6:65 Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."
• Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
• Yohanes 16:22 Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.
• Yohanes 17:12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
• Galatia 2:16 “Kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus”.
Jika Yesus hanya manusia biasa seperti Anda, Dia tidak mungkin dilawan sedemikian hebatnya oleh baik manusia, buku, mitos, legenda, dongeng maupun karikatur dan bahkan nabi palsu. Jadi, perlawanan yang sengit terhadap Ketuhanan Yesus membuktikan bahwa Dia benar-benar Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika Yesus hanya manusia biasa seperti Anda, bagaimana mungkin TUHAN membiarkan milyaran HATI dan BIBIR di muka bumi ini mengakui bahwa Yesus adalah TUHAN? Jika TUHAN memakai manusia, buku, dongeng, legenda dan karikatur untuk memberangus orang-orang yang mengakui bahwa Yesus adalah TUHAN, bukankah Dia tahu bahwa usahaNya itu telah gagal total? Faktanya dari hari ke hari makin banyak manusia yang mengakui bahwa Yesus adalah TUHAN. Dalam kasus ini, apakah Allah sendiri tidak mau segera bertindak mengingat orang-orang kepercayaanNya telah gagal? Anda tahu, jika pengakuan atas Ketuhanan Yesus merupakan penghujatan terhadap Allah, maka Allah sendirilah yang bertanggungjawab untuk membela reputasiNya. Toh, Dia mampu melakukannya. Manakala Allah memakai manusia dan mengandalkan manusia , buku, dongeng, legenda dan karikatur untuk membela nama baikNya, maka pada dasarnya Dia bukan Allah, tetapi allah. Sepanjang Allah tidak dapat menghentikan pengakuan orang-orang Kristen atas ke-TUHAN-an Yesus, maka kesimpulannya Yesus adalah TUHAN , yang bukan sekadar Tu(h)an.
Perhatikan teks Alkitab berikut ini:
• Kis 11:20 “Memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan”.
• Roma 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
• I Kor 12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus.
• Kis 4:2 “dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati”
• Kis 4:12 “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
• I Korintus 3:11. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
• Lukas 10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu."
• Yohanes 6:44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
• Yohanes 6:65 Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."
• Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
• Yohanes 16:22 Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.
• Yohanes 17:12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
• Galatia 2:16 “Kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus”.
Trinitas: Salah dan Buatan Manusia?
Alasan penolakan terhadap dogma Trinitas antara lain sebagaimana berikut ini:
• “ Kata Trinitas tidak terdapat dalam Alkitab.
• Kata Roh Kudus (Roh Allah) sama dan identik dengan “kuasa Allah”, “semangat Allah”, “nafas hidup Allah”, “makhluk-makhluk hidup ilahi Allah.
• “Roh Kudus bukan Pribadi dan bukan Tuhan ”.
• Dogma Trintas buatan manusia. Dogma Trinitas merupakan usaha nyata manusia (maksudnya Gereja Katolik) mengubah hukum Allah menjadi hukum manusia..
Koq Allah membiarkan DIRINYA DIPERMAINKAN OLEH OTORITAS GEREJA KATOLIK, mengubah hukumNya menjadi hukum manusia? Apakah Dia tidak sanggup berhadapan dengan Gereja Katolik? Tetapi dalam sejarah, Yahwe Tuhan justeru selalu berpihak pada Gereja Katolik. Paham-paham: Gnostisisme berantakan, Manicheisme hancur, Arianisme lenyap, Subordinasionisme tak berbekas, Nestorianisme tinggal nama, Doketsime tak berdaya, Apolinarisme, Monofisitisme, Adopsianisme, hilang ditelan bumi. Sebaliknya gereja Katolik teguh berdiri hingga kini. Mengapa demikian?
a. Arti kata.
Ada banyak anggapan salah mengenai konsep Trinitas: “Allah itu tiga, satu tapi tiga”, “Allah salah satu dari tiga”, Trinitas itu Allah, Yesus dan Maria. Konsep seperti itu adalah tuduhan belaka dari mereka yang tidak memahami iman Kristen. Konsep seperti itu tidak ada dalam Alkitab. Jadi, tuduhan yang salah alamat, atau fitnah belaka. Jelas salah total. Trinitas sebenarnya adalah satu hakikat Allah dalam Tiga Pribadi. Esensi Allah Satu dalam Tiga Pribadi: Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Untuk memudahkan pemahaman Anda, kita lihat Alquran sebagai pembanding:
[Qs 4.171] Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
Dengan mengabaikan catatan tambahan para komentator, maka teks di atas aslinya adalah sebagai berikut:
[Qs 4.171] Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan Roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "tiga", berhentilah. Lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
Dari teks di atas selayaknya terkandung tiga hal menyangkut Allah:
• Allah sendiri,
• Kalimat-Nya (Kalimat Allah=Firman Allah),
• Roh dariNya (Roh Allah).
Jadi, di dalam Allah itu ada Firman dan Roh. Adakah ketiganya terpisah dari Allah? Tentu tidak, bukan. Tiga yaitu Allah, Kalimat dan Roh, tetapi satu saja yakni Allah itu sendiri. Walaupun demikian, Allah, Kalimat dan Roh, Anda lihat, ketigaNya amat berbeda. Masing-masing bereksistensi, cara berada menurut keberadaannya masing-masing. Semuanya satu saja yakni Allah. Nah, seperti itulah iman Kristen.
b. “Kata Trinitas Tidak Terdapat Dalam Alkitab”?
Kata “Trinitas” memang tidak ada dalam Alkitab. Kata sebagai kata, tentu tidak harus semuanya ada dalam Alkitab. Kalau ada orang mengatakan bahwa “Kata Trinitas Tidak Alkitabiah”, toh kalimat itu juga tidak Alkitabiah. Jadi, tuduhan tersebut tidak berdasar pada Alkitab. Dengan demikian, semua kalimat yang dibuat untuk menolak gagasan Trinitas adalah usaha nyata menciptakan hukum manusia untuk mengubah hukum Allah.
c. “Roh Allah sama/identik dengan Kuasa Allah?”.
Teks-teks berikut ini membuktikan bahwa Roh Allah tidak sama dengan/identik dengan Kuasa Allah
• Lukas 1:35; “Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” Jadi, Maria mengandung karena dua hal: Roh Kudus dan kuasa Allah. Ini menegaskan bahwa Roh Kudus dan kuasa Allah adalah dua hal yang berbeda.
• Kisah Para Rasul 10:37-38; “ Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.“ Allah mengurapi Yesus ternyata dengan Roh Kudus dan kuat kuasa. Dua hal yang sama sekali berbeda. Menyamakan dua hal tersebut sama dengan menyamaratakan antara minyak dan air.
• I Samuel 16:13. “ Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.” Di sini ditegaskan bahwa Roh Kudus itu memiliki kuasa sendiri. Ini mempertegas hal lain lagi. Roh Kudus adalah sosok Pribadi. Hanya “Pribadi” saja yang memiliki kuasa.
• Matius 12:28; “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” Yesus memperjelas “Pribadi” Roh Kudus. Kuasa yang dimiliki oleh Roh Kudus itulah yang memungkinkan Yesus mengusir setan.
• Lukas 4:14; “Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. “
• Kisah 11:28; “ Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius. “
• Roma 15:19; “oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus. “
• Yehezkiel 3:14; “ Dan Roh itu mengangkat dan membawa aku, dan aku pergi dengan hati panas dan dengan perasaan pahit, karena kekuasaan TUHAN memaksa aku dengan sangat.”
• 1Korintus 12:9-13; “Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. 12:13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. “ Menggelikan kalau tetap ngotot mengatakan bahwa “Roh Kudus sama dengan kuasa Allah, Roh = kuasa.
Perhatikan:
• Roh memberikan iman
• Roh memberikan karunia penyembuhan
• Roh memberikan kuasa mengadakan mukjizat
• Roh Roh memberikan karunia untuk bernubuat
• Roh memberikan karunia untuk membeda-bedakan macam-macam roh.
• Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh,
• Roh memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
• Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap.
• Roh memiliki kehendak. Mustahil kalau “kuasa” memiliki kehendak.
• Dalam satu Roh kita semua, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. “
d. “Roh Allah sama dengan Makhluk-makhluk Ilahi/utusan Allah?”
Alkitab memberi kesaksian bahwa Roh Allah tidak sama dengan Makhluk-makhluk Ilahi/utusan Allah. Renungkanlah perkataan Alkitab berikut ini:
• Yesaya 63:8 Bukankah Ia berfirman: "Sungguh, merekalah umat-Ku, anak-anak yang tidak akan berlaku curang," maka Ia menjadi Juruselamat mereka
• Yesaya 63:9 dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala.
• Yesaya 63:10 Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka.
• Yesaya 63:11 Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala, zaman Musa, hamba-Nya itu: Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya? Di manakah Dia yang menaruh Roh Kudus-Nya dalam hati mereka;
• Yesaya 63:12 yang dengan tangan-Nya yang agung menyertai Musa di sebelah kanan; yang membelah air di depan mereka untuk membuat nama abadi bagi-Nya;
• Yesaya 63:13 yang menuntun mereka melintasi samudera raya seperti kuda melintasi padang gurun? Mereka tidak pernah tersandung,
• Yesaya 63:14 seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh TUHAN membawa mereka ke tempat perhentian. Demikianlah Engkau memimpin umat-Mu untuk membuat nama yang agung bagi-Mu.
Jika benar Roh Allah sama dengan makhluk ilahi utusan Allah maka:
• Yesaya 63:10 seharusnya ditulis: “… Tetapi mereka memberontak dan mendukakan makhluk-makhluk ilahi/utusan Allah.
• Yesaya 63:11 ditulis: “….Dia yang menaruh makhluk-makhluk/utusan Allah dalam hati mereka”.
• Yesaya 63:14 seharusnya ditulis “….. Makhluk-nakhluk/utusan Allah membawa mereka ke tempat perhentian.
Ketiga “keharusnya” itu akan dijawab oleh kaum Unitarian: “Alkitab salah terjemah. Alkitab diterjemahkan untuk kepentingan pendukung dogma Trinitas.
Jika benar bahwa Roh Allah sama dengan makhluk ilahi Allah, maka sejumlah pernyataan Alkitab berikut ini sangat mustahill.
Kejadian 1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
• Pernyataan ini tidak bermakna sebab itu berarti makhluk ilahi/utusan melayang-layang di atas air. Lalu kapan mereka diciptakan, ataukah sama kekalnya dengan Allah? Mustahil!
II Tawarikh 24:20 Lalu Roh Allah menguasai Zakharia, anak imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata kepada mereka: "Beginilah firman Allah: Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Iapun meninggalkan kamu!"
• Zakharia dikuasai oleh Roh Allah. Jika Roh Allah itu hanyalah makhluk ilahi Allah, maka pernyataan Zakharia tidak bermakna: beginilah firman Allah. apakah makhluk ilahi Allah sama dengan Allah? Mustahil!
Ayub 33:4 Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.
• Jika roh Allah sama dengan makhluk ilahi/utusan Allah, maka teks Ayub ini berarti, Ayub dicipta, diadakan, dibuat oleh makhluk ilahi Allah. Mustahil !
Matius 12:28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
• Jika Roh Allah sama dengan makhluk ilahi/utusan Allah, maka itu berarti Yesus mengusir setan dengan kuasa makhluk ilahi/utusan Allah. Mustahil!
I Korintus 6:11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.
• Jika benar bahwa Roh Allah sama dengan makhluk ilahi/utusan Allah, maka kita dibenarkan dalam makhluk ilahi/utusan (ciptaan) Allah. Mustahil.
I Korintus 2:11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
• Jika benar bahwa Roh Allah sama dengan makhluk ilahi Allah, maka apa yang ada di dalam diri Allah hanya diketahui oleh makhluk ilahi/utusan Allah (ciptaan). Sangat mustahil!
Jadi, Roh Allah tidak sama dengan makhluk ilahi/utusan Allah. yang benar adalah Roh Allah sama dengan Roh Kudus, Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal Mahakudus.
e. “Roh Allah sama dengan nafas hidup Allah.”
Alkitab mengajarkan bahwa Roh Allah TIDAK SAMA DENGAN nafas hidup Allah. perhatikanlah teks-teks berikut ini dengan cermat.
• Ayub 33:4: Roh Allah telah MEMBUAT aku dan NAFAS Yang Mahakuasa membuat aku hidup. Ayub 34:14: Jikalau Ia menarik kembali Roh-Nya, dan mengembalikan nafas-Nya pada-Nya”
• Ayub 27:3 selama nafasku masih ada padaku, dan roh Allah masih di dalam lubang hidungku,
• Ayub 32:8 Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian.
• Ayub 33:4 Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.
• Ayub 34:14 Jikalau Ia menarik kembali Roh-Nya, dan mengembalikan nafas-Nya pada-Nya,
Teks-teks yang baru saja dikutip membuktikan bahwa ada perbedaan besar antara Roh Allah dan nafas Allah. Jadi, Roh Kudus tidak sama dengan nafas Allah, juga tidak sama dengan kuasa Allah.
ROH ALLAH ADALAH PRIBADI
Ada pelbagai hal yang MEMBUKTIKAN bahwa Roh Allah adalah Pribadi Allah sendiri.
• Roh Allah memiliki Kuasa (Hak 14:6.19; 15:14; ISam 10:6.10; 11:6.13),
• Roh Allah dapat Berbicara (II Samuel 23:2);
• Roh Bapa berkata-kata (Mat 10:20, Kis 8:29, 10:19, 11:12; 13:2; 21:11., Why 14:13 ),
• Roh Kudus dapat mengambil keputusan (Kis 15:28),
• Roh memiliki keinginan/Kehendak (1Kor 12:11),
• Roh Allah memiliki perasaan (Yesaya 63:10)
• Roh memberikan: iman, karunia untuk menyembuhkan, kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, karunia untuk membedakan bermacam-macam roh, karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, (1Korintus 12:9-13)
Roh Kudus ternyata adalah Yahwe/Tuhan
• Kisah 28:25-27 bandingkan Yesaya 6:8-10;
• Ibrani 3:7-11 bandingkan dengan Mazmur 95:7-11 dan keluaran 17:1-7;
• Ibrani 10:15-17 bandingkan dengan Yeremia 31:33-34; dll.
• Roh Kudus berkarakter seperti Yahwe: Kekal (Ibrani 9:14), Maha ada (Mazmur 139:7-10), Maha tahu (1Korintus 2:10-11 dan Yesaya 40:13), Maha kuasa (Matius 12:28), Pencipta (Ayub 33:4), Suci/kudus (Lukas 1:35), dosa menghujat Roh Kudus tidak dapat diampuni (Markus 3:29); dll.
Roh setara/sejajar dengan Yahwe dan Yesus.
• Yesaya 59:21 Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN.
• Matius 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
• 2Korintus 13:13 Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. Dll
Jadi, Roh Kudus adalah Allah, Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal.
• “ Kata Trinitas tidak terdapat dalam Alkitab.
• Kata Roh Kudus (Roh Allah) sama dan identik dengan “kuasa Allah”, “semangat Allah”, “nafas hidup Allah”, “makhluk-makhluk hidup ilahi Allah.
• “Roh Kudus bukan Pribadi dan bukan Tuhan ”.
• Dogma Trintas buatan manusia. Dogma Trinitas merupakan usaha nyata manusia (maksudnya Gereja Katolik) mengubah hukum Allah menjadi hukum manusia..
Koq Allah membiarkan DIRINYA DIPERMAINKAN OLEH OTORITAS GEREJA KATOLIK, mengubah hukumNya menjadi hukum manusia? Apakah Dia tidak sanggup berhadapan dengan Gereja Katolik? Tetapi dalam sejarah, Yahwe Tuhan justeru selalu berpihak pada Gereja Katolik. Paham-paham: Gnostisisme berantakan, Manicheisme hancur, Arianisme lenyap, Subordinasionisme tak berbekas, Nestorianisme tinggal nama, Doketsime tak berdaya, Apolinarisme, Monofisitisme, Adopsianisme, hilang ditelan bumi. Sebaliknya gereja Katolik teguh berdiri hingga kini. Mengapa demikian?
a. Arti kata.
Ada banyak anggapan salah mengenai konsep Trinitas: “Allah itu tiga, satu tapi tiga”, “Allah salah satu dari tiga”, Trinitas itu Allah, Yesus dan Maria. Konsep seperti itu adalah tuduhan belaka dari mereka yang tidak memahami iman Kristen. Konsep seperti itu tidak ada dalam Alkitab. Jadi, tuduhan yang salah alamat, atau fitnah belaka. Jelas salah total. Trinitas sebenarnya adalah satu hakikat Allah dalam Tiga Pribadi. Esensi Allah Satu dalam Tiga Pribadi: Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Untuk memudahkan pemahaman Anda, kita lihat Alquran sebagai pembanding:
[Qs 4.171] Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
Dengan mengabaikan catatan tambahan para komentator, maka teks di atas aslinya adalah sebagai berikut:
[Qs 4.171] Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan Roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "tiga", berhentilah. Lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
Dari teks di atas selayaknya terkandung tiga hal menyangkut Allah:
• Allah sendiri,
• Kalimat-Nya (Kalimat Allah=Firman Allah),
• Roh dariNya (Roh Allah).
Jadi, di dalam Allah itu ada Firman dan Roh. Adakah ketiganya terpisah dari Allah? Tentu tidak, bukan. Tiga yaitu Allah, Kalimat dan Roh, tetapi satu saja yakni Allah itu sendiri. Walaupun demikian, Allah, Kalimat dan Roh, Anda lihat, ketigaNya amat berbeda. Masing-masing bereksistensi, cara berada menurut keberadaannya masing-masing. Semuanya satu saja yakni Allah. Nah, seperti itulah iman Kristen.
b. “Kata Trinitas Tidak Terdapat Dalam Alkitab”?
Kata “Trinitas” memang tidak ada dalam Alkitab. Kata sebagai kata, tentu tidak harus semuanya ada dalam Alkitab. Kalau ada orang mengatakan bahwa “Kata Trinitas Tidak Alkitabiah”, toh kalimat itu juga tidak Alkitabiah. Jadi, tuduhan tersebut tidak berdasar pada Alkitab. Dengan demikian, semua kalimat yang dibuat untuk menolak gagasan Trinitas adalah usaha nyata menciptakan hukum manusia untuk mengubah hukum Allah.
c. “Roh Allah sama/identik dengan Kuasa Allah?”.
Teks-teks berikut ini membuktikan bahwa Roh Allah tidak sama dengan/identik dengan Kuasa Allah
• Lukas 1:35; “Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” Jadi, Maria mengandung karena dua hal: Roh Kudus dan kuasa Allah. Ini menegaskan bahwa Roh Kudus dan kuasa Allah adalah dua hal yang berbeda.
• Kisah Para Rasul 10:37-38; “ Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.“ Allah mengurapi Yesus ternyata dengan Roh Kudus dan kuat kuasa. Dua hal yang sama sekali berbeda. Menyamakan dua hal tersebut sama dengan menyamaratakan antara minyak dan air.
• I Samuel 16:13. “ Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.” Di sini ditegaskan bahwa Roh Kudus itu memiliki kuasa sendiri. Ini mempertegas hal lain lagi. Roh Kudus adalah sosok Pribadi. Hanya “Pribadi” saja yang memiliki kuasa.
• Matius 12:28; “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” Yesus memperjelas “Pribadi” Roh Kudus. Kuasa yang dimiliki oleh Roh Kudus itulah yang memungkinkan Yesus mengusir setan.
• Lukas 4:14; “Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. “
• Kisah 11:28; “ Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius. “
• Roma 15:19; “oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus. “
• Yehezkiel 3:14; “ Dan Roh itu mengangkat dan membawa aku, dan aku pergi dengan hati panas dan dengan perasaan pahit, karena kekuasaan TUHAN memaksa aku dengan sangat.”
• 1Korintus 12:9-13; “Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. 12:13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. “ Menggelikan kalau tetap ngotot mengatakan bahwa “Roh Kudus sama dengan kuasa Allah, Roh = kuasa.
Perhatikan:
• Roh memberikan iman
• Roh memberikan karunia penyembuhan
• Roh memberikan kuasa mengadakan mukjizat
• Roh Roh memberikan karunia untuk bernubuat
• Roh memberikan karunia untuk membeda-bedakan macam-macam roh.
• Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh,
• Roh memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
• Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap.
• Roh memiliki kehendak. Mustahil kalau “kuasa” memiliki kehendak.
• Dalam satu Roh kita semua, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. “
d. “Roh Allah sama dengan Makhluk-makhluk Ilahi/utusan Allah?”
Alkitab memberi kesaksian bahwa Roh Allah tidak sama dengan Makhluk-makhluk Ilahi/utusan Allah. Renungkanlah perkataan Alkitab berikut ini:
• Yesaya 63:8 Bukankah Ia berfirman: "Sungguh, merekalah umat-Ku, anak-anak yang tidak akan berlaku curang," maka Ia menjadi Juruselamat mereka
• Yesaya 63:9 dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala.
• Yesaya 63:10 Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka.
• Yesaya 63:11 Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala, zaman Musa, hamba-Nya itu: Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya? Di manakah Dia yang menaruh Roh Kudus-Nya dalam hati mereka;
• Yesaya 63:12 yang dengan tangan-Nya yang agung menyertai Musa di sebelah kanan; yang membelah air di depan mereka untuk membuat nama abadi bagi-Nya;
• Yesaya 63:13 yang menuntun mereka melintasi samudera raya seperti kuda melintasi padang gurun? Mereka tidak pernah tersandung,
• Yesaya 63:14 seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh TUHAN membawa mereka ke tempat perhentian. Demikianlah Engkau memimpin umat-Mu untuk membuat nama yang agung bagi-Mu.
Jika benar Roh Allah sama dengan makhluk ilahi utusan Allah maka:
• Yesaya 63:10 seharusnya ditulis: “… Tetapi mereka memberontak dan mendukakan makhluk-makhluk ilahi/utusan Allah.
• Yesaya 63:11 ditulis: “….Dia yang menaruh makhluk-makhluk/utusan Allah dalam hati mereka”.
• Yesaya 63:14 seharusnya ditulis “….. Makhluk-nakhluk/utusan Allah membawa mereka ke tempat perhentian.
Ketiga “keharusnya” itu akan dijawab oleh kaum Unitarian: “Alkitab salah terjemah. Alkitab diterjemahkan untuk kepentingan pendukung dogma Trinitas.
Jika benar bahwa Roh Allah sama dengan makhluk ilahi Allah, maka sejumlah pernyataan Alkitab berikut ini sangat mustahill.
Kejadian 1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
• Pernyataan ini tidak bermakna sebab itu berarti makhluk ilahi/utusan melayang-layang di atas air. Lalu kapan mereka diciptakan, ataukah sama kekalnya dengan Allah? Mustahil!
II Tawarikh 24:20 Lalu Roh Allah menguasai Zakharia, anak imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata kepada mereka: "Beginilah firman Allah: Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Iapun meninggalkan kamu!"
• Zakharia dikuasai oleh Roh Allah. Jika Roh Allah itu hanyalah makhluk ilahi Allah, maka pernyataan Zakharia tidak bermakna: beginilah firman Allah. apakah makhluk ilahi Allah sama dengan Allah? Mustahil!
Ayub 33:4 Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.
• Jika roh Allah sama dengan makhluk ilahi/utusan Allah, maka teks Ayub ini berarti, Ayub dicipta, diadakan, dibuat oleh makhluk ilahi Allah. Mustahil !
Matius 12:28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
• Jika Roh Allah sama dengan makhluk ilahi/utusan Allah, maka itu berarti Yesus mengusir setan dengan kuasa makhluk ilahi/utusan Allah. Mustahil!
I Korintus 6:11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.
• Jika benar bahwa Roh Allah sama dengan makhluk ilahi/utusan Allah, maka kita dibenarkan dalam makhluk ilahi/utusan (ciptaan) Allah. Mustahil.
I Korintus 2:11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
• Jika benar bahwa Roh Allah sama dengan makhluk ilahi Allah, maka apa yang ada di dalam diri Allah hanya diketahui oleh makhluk ilahi/utusan Allah (ciptaan). Sangat mustahil!
Jadi, Roh Allah tidak sama dengan makhluk ilahi/utusan Allah. yang benar adalah Roh Allah sama dengan Roh Kudus, Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal Mahakudus.
e. “Roh Allah sama dengan nafas hidup Allah.”
Alkitab mengajarkan bahwa Roh Allah TIDAK SAMA DENGAN nafas hidup Allah. perhatikanlah teks-teks berikut ini dengan cermat.
• Ayub 33:4: Roh Allah telah MEMBUAT aku dan NAFAS Yang Mahakuasa membuat aku hidup. Ayub 34:14: Jikalau Ia menarik kembali Roh-Nya, dan mengembalikan nafas-Nya pada-Nya”
• Ayub 27:3 selama nafasku masih ada padaku, dan roh Allah masih di dalam lubang hidungku,
• Ayub 32:8 Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian.
• Ayub 33:4 Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.
• Ayub 34:14 Jikalau Ia menarik kembali Roh-Nya, dan mengembalikan nafas-Nya pada-Nya,
Teks-teks yang baru saja dikutip membuktikan bahwa ada perbedaan besar antara Roh Allah dan nafas Allah. Jadi, Roh Kudus tidak sama dengan nafas Allah, juga tidak sama dengan kuasa Allah.
ROH ALLAH ADALAH PRIBADI
Ada pelbagai hal yang MEMBUKTIKAN bahwa Roh Allah adalah Pribadi Allah sendiri.
• Roh Allah memiliki Kuasa (Hak 14:6.19; 15:14; ISam 10:6.10; 11:6.13),
• Roh Allah dapat Berbicara (II Samuel 23:2);
• Roh Bapa berkata-kata (Mat 10:20, Kis 8:29, 10:19, 11:12; 13:2; 21:11., Why 14:13 ),
• Roh Kudus dapat mengambil keputusan (Kis 15:28),
• Roh memiliki keinginan/Kehendak (1Kor 12:11),
• Roh Allah memiliki perasaan (Yesaya 63:10)
• Roh memberikan: iman, karunia untuk menyembuhkan, kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, karunia untuk membedakan bermacam-macam roh, karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, (1Korintus 12:9-13)
Roh Kudus ternyata adalah Yahwe/Tuhan
• Kisah 28:25-27 bandingkan Yesaya 6:8-10;
• Ibrani 3:7-11 bandingkan dengan Mazmur 95:7-11 dan keluaran 17:1-7;
• Ibrani 10:15-17 bandingkan dengan Yeremia 31:33-34; dll.
• Roh Kudus berkarakter seperti Yahwe: Kekal (Ibrani 9:14), Maha ada (Mazmur 139:7-10), Maha tahu (1Korintus 2:10-11 dan Yesaya 40:13), Maha kuasa (Matius 12:28), Pencipta (Ayub 33:4), Suci/kudus (Lukas 1:35), dosa menghujat Roh Kudus tidak dapat diampuni (Markus 3:29); dll.
Roh setara/sejajar dengan Yahwe dan Yesus.
• Yesaya 59:21 Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN.
• Matius 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
• 2Korintus 13:13 Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. Dll
Jadi, Roh Kudus adalah Allah, Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal.
Untuk Yahwe SAMA untuk Yesus
Beberapa pernyataan: “untuk Yahwe juga SAMA untuk Yesus” Pada suatu kesempatan Yesus pernah berkata:...
Yesus Mengampuni Dosa
Perihal Yesus mengampuni dosa
Perjanjian Lama mengatakan bahwa hanya Allah yang dapat mengampuni dosa.
• “ II Tawarikh 7:14 dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. “
• “Mikha 7:18 Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? “
Kedua teks di atas membuktikan bahwa hanya Allah Israel saja yang dapat mengampuni dosa. Selain Dia tidak ada lagi. Hal itu sejalan dengan perkataan orang-orang Yahudi kepada Yesus:
• Markus 2:7 "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
• Lukas 5:21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
• Lukas 7:49 Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?"
Untuk semua pertanyaan dan keraguan orang Yahudi tersebut, Yesus menjawab dengan sangat tegas dan berupa perintah agar diketahui oleh orang Yahudi:
• “Matius 9:6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
• Markus 2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu”
• Lukas 5 :24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
Setelah memahami pertanyaan orang Yahudi yang dijawab langsung oleh Yesus, maka silahkan Anda baca perintah dari Yohanes Pembaptis berikut ini:
• Markus 1:1-4 “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya", demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."
• Lukas 3:3 Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu, “
Apa kesimpulannya? Yohanes sedang mempersiapkan jalan untuk Yesus, dan mengatakan: Allah akan mengampuni dosamu. Jadi, Yesus adalah Allah!
Manusia modern cenderung melihat pernyataan Alkitab di atas bertentangan satu sama lain: II Tawarikh 7:14 dan Mikha 7:18 bertentangan Matius 9:6, Markus 2:10 dan Lukas 5 :24. Mereka berkata: “Alkitabmu berkata: HANYA Allah yang mengampuni dosa, ternyata Yesus juga mengampuni dosa. Bukankah keduanya bertentangan satu sama lain? Mana yang benar: Allah atau Yesus?” Mereka akan memilih Allah dan bukan Yesus. Itu berarti bagi mereka Yesus adalah pembohong. Dengan demikian mereka tidak hanya bertentangan dengan Alkitab, tetapi sekaligus menentang Yesus. Bagi orang Kristen mudah saja: hanya Yahwe yang mengampuni dosa, nah Yesus mengampuni dosa, jadi Yesus adalah Yahwe. Logis dan jauh lebih masuk akal.
Perhatikan contoh sederhana berikut ini: “HANYA Manusia yang berpikir, nah Andy berpikir. Jadi Andy adalah Manusia.” Bagi orang yang tidak tahu ilmu menalar, akan ngotot mengatakan bahwa Andy bukan Manusia sebab hanya Manusia yang berpikir. Jadi Andy dan Manusia bertentangan. Sama seperti itu jugalah logika orang yang tidak mengerti Alkitab dan iman Kristen.
Perjanjian Lama mengatakan bahwa hanya Allah yang dapat mengampuni dosa.
• “ II Tawarikh 7:14 dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. “
• “Mikha 7:18 Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? “
Kedua teks di atas membuktikan bahwa hanya Allah Israel saja yang dapat mengampuni dosa. Selain Dia tidak ada lagi. Hal itu sejalan dengan perkataan orang-orang Yahudi kepada Yesus:
• Markus 2:7 "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
• Lukas 5:21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
• Lukas 7:49 Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?"
Untuk semua pertanyaan dan keraguan orang Yahudi tersebut, Yesus menjawab dengan sangat tegas dan berupa perintah agar diketahui oleh orang Yahudi:
• “Matius 9:6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
• Markus 2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu”
• Lukas 5 :24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
Setelah memahami pertanyaan orang Yahudi yang dijawab langsung oleh Yesus, maka silahkan Anda baca perintah dari Yohanes Pembaptis berikut ini:
• Markus 1:1-4 “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya", demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."
• Lukas 3:3 Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu, “
Apa kesimpulannya? Yohanes sedang mempersiapkan jalan untuk Yesus, dan mengatakan: Allah akan mengampuni dosamu. Jadi, Yesus adalah Allah!
Manusia modern cenderung melihat pernyataan Alkitab di atas bertentangan satu sama lain: II Tawarikh 7:14 dan Mikha 7:18 bertentangan Matius 9:6, Markus 2:10 dan Lukas 5 :24. Mereka berkata: “Alkitabmu berkata: HANYA Allah yang mengampuni dosa, ternyata Yesus juga mengampuni dosa. Bukankah keduanya bertentangan satu sama lain? Mana yang benar: Allah atau Yesus?” Mereka akan memilih Allah dan bukan Yesus. Itu berarti bagi mereka Yesus adalah pembohong. Dengan demikian mereka tidak hanya bertentangan dengan Alkitab, tetapi sekaligus menentang Yesus. Bagi orang Kristen mudah saja: hanya Yahwe yang mengampuni dosa, nah Yesus mengampuni dosa, jadi Yesus adalah Yahwe. Logis dan jauh lebih masuk akal.
Perhatikan contoh sederhana berikut ini: “HANYA Manusia yang berpikir, nah Andy berpikir. Jadi Andy adalah Manusia.” Bagi orang yang tidak tahu ilmu menalar, akan ngotot mengatakan bahwa Andy bukan Manusia sebab hanya Manusia yang berpikir. Jadi Andy dan Manusia bertentangan. Sama seperti itu jugalah logika orang yang tidak mengerti Alkitab dan iman Kristen.
Langganan:
Postingan (Atom)