Kamis, 31 Maret 2011

Beberapa pernyataan: “untuk Yahwe juga SAMA untuk Yesus”


Pada suatu kesempatan Yesus pernah berkata: Aku dan Bapa adalah satu.[1]" Kita mudah tergoda dan jatuh pada pandangan kita sendiri. Kemudian akan berkata: “satu yang dimaksud oleh Yesus bukan mengenai satu hakikat ke-Allah-an, tetapi mengenai satu dalam hal visi, karya, pandangan dll”. Itu sah-sah saja, tetapi kita serentak mengetahui bahwa apa yang kita katakan itu adalah usaha untuk mencocokan pandangan kita kepada maksud Yesus. Yesus sendiri, atau Alkitab tidak berkata demikian. Untuk mengerti apa maksud Yesus, perlulah mengerti arti kata “satu” itu. Satu ya satu. Apanya yang satu antara Yesus dan BapaNya?

Tidak salah juga kalau kena pada kesatuan visi, karya, cita-cita, pikiran dan yang sejenis itu. Namun akan menjadi salah, kalau hanya itu dan berhenti di situ. Lebih salah lagi kalau paham dan pengertian seperti itu dipakai untuk menyangkal pengertian lain: Yesus dan BapaNya adalah satu hakikat/esensi/DzatNya. Jadi, sederhananya: kalau Yesus mengatakan, “Aku dan Bapa adalah satu” maka itu berarti mencakup semuanya.

“Aku dan Bapa adalah satu” itu berarti juga Bapa di dalam Yesus dan Yesus di dalam BapaNya. Perhatikan pernyataan Yesus berikut ini:.

“Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa[2]." 

Ada suatu kesatuan yang tak mungkin terbagi, ada kesatuan sempurna. Hal itu hanya mungkin menyangkut kodrat/hakikat. Kita akan dengan mudah memahami hal itu dengan dibantu oleh pernyataan Yesus dalam Injil Yohanes berikut ini:

Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya[3].

Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.[4]

Kita sampai pada pemahaman yang benar mengenai kesatuan kodrat itu manakala kita terbuka dan membaca tanpa prasangka perkataan Yesus berikut ini:

Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.[5]" 

Lihatlah: “SEGALA SESUATU” yang Bapa punya adalah Aku punya”. Apa saja yang dipunyai oleh Bapa adalah kepunyaan Yesus. Jika Bapa bersifat ilahi, maka Yesus juga bersifat ilahi. Jika Bapa adalah Pencipta, maka Yesus juga identik dengan itu. Apa saja yang ada pada Bapa, maka hal yang sama ada pada Yesus. Perkataan Yesus ini adalah penjelasan yang paling rasional dari semua teori yang dikembangkan dan dikemukakan oleh manusia modern.

Apakah ada teks lain yang mendukung pernyataan Yesus itu?


1. Hanya Allah yang mematikan dan menghidupkan.

Perjanjian Lama:

Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorangpun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku[6].

Perjanjian Baru:

 “Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku[7]." 

Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.[8]


2. Tidak ada yang sama seperti Allah.

Perjanjian Lama:

Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami.[9] 

Ya TUHAN, tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami.[10]

Sambil berkata: "Ya TUHAN, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit dan di bumi; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu;[11]

Perjanjian Baru:

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.[12]

Tidak mungkin orang zaman modern lebih tahu tentang teks Perjanjian Lama di atas melebihi mereka yang hidup lebih dekat ke zaman di mana teks-teks itu ditulis. Ini prinsip umum sebagai  rujukan sumber iman yang berlaku dimana, kapan  dan bagi siapa pun. Orang yang belakangan merujuk kepada orang yang terdahulu. Penghayatan iman kita di zaman sekarang selalu merujuk kepada penghayatan iman para pendahulunya.

Nah, apakah Paulus tidak tahu kedua teks-teks di atas yang menegaskan bahwa tidak Allah lain, selain Allah yang diimani Israel? Itu pertanyaan kita. Pertanyaan kita tentu tidak tepat sebab mengandung kecurigaan: seolah-olah Allah lebih dari satu. Dapat dipastikan bahwa Paulus tahu dan yakn bahwa Allah hanya satu dan tidak ada yang lain. Allah itu, yang hadir dalam keseharian umat Israel berabad-abad lamanya, kini telah menjadi manusia, diam diantara manusia. Allah yang menjadi manusia itulah yang dimaksud oleh Paulus. 

Ada orang beranggapan bahwa “apa yang datang belakangan mengoreksi apa yang terdahulu”, hal itu hanya dapat berlaku bagi sesuatu yang belum pasti kebenarannya. Apa yang sudah pasti benar tidak dapat diperbaiki belakangan. Misalnya, Bangsa Indonesia memproklamasikan kemrdekaannya dari bangsa asing pada tanggal 17 Agustus 1945. Kebenaran itu tidak dapat dikoreksi. Ini berbeda dengan Teori Evolusi Darwin yang sesewaktu dapat dikoreksi oleh teori-teori lainnya sebab teori Darwin belum pasti benar.


3. Allah yang memelihara perjanjian. 

Perjanjian Lama:

"Ya TUHAN, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu[13]

Perjanjian Baru:

Dan Ia berkata kepada mereka: "Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.[14]  demikian pula Yesus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat.[15]

Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.[16] 

Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.[17]

Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggara yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.[18]

Siapakah pemelihara Perjanjian itu? Dia adalah Allah. Allah yang sama, yang hadir di zaman para Raja Israel. Allah itu kini memelihara perjanjianNya dengan suatu cara baru.

4. Allah adalah Terdahulu dan Terkemudian.

Perjanjian Lama:

Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.[19]

"Dengarkanlah Aku, hai Yakub, dan engkau Israel yang Kupanggil! Akulah yang tetap sama, Akulah yang terdahulu, Akulah juga yang terkemudian! [20]

Perjanjian Baru:

Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir[21],

"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali.[22]

Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.[23]

Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir." [24]


Gelar-gelar Allah dalam Perjanjian Lama sama juga dengan gelar-gelar yang dikenakan Yesus pada diriNya sendiri. Pemakaian gelar ini untuk memperlihatkan secara jelas dan merupakan keterangan serta penjelasan lebih lanjut atas apa yang dikatakan oleh Yesus sebelumnya: “Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya”[25]  


Allah adalah Juruselamat

Perjanjian Lama.

Dalam Kitab Yesaya kita baca:

Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku![26] 

Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.[27]

Aku akan memaksa orang-orang yang menindas engkau memakan dagingnya sendiri, dan mereka akan mabuk minum darahnya sendiri, seperti orang mabuk minum anggur baru, supaya seluruh umat manusia mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, adalah Juruselamatmu dan Penebusmu, Yang Mahakuat, Allah Yakub."[28]

Tetapi Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal allah kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku.[29]

Perjanjian Baru:

Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.[30]

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita,[31]

dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus[32]

Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.[33]

Kita tidak mungkin mampu mengklaim diri sebagai Juruselamat manusia. Kita tidak memiliki kapasitas untuk itu. Hanya Tuhan saja yang mampu. Mengapa para murid Yesus mengklaim bahwa Yesus adalah Juruselamat mereka dan bahkan Juruselamat dunia? Jawabannya karena mereka yakin Yesus adalah Allah, Juruselamat yang menjadi manusia, hidup dan mengubah kehidupan mereka. Apakah para murid itu salah? Artinya mereka tidak menghayati Sabda Allah [sebagaimana tercatat dalam Alkitab Perjanjian Lama]. Jawabannya, harta iman yang kita miliki sekarang berasal dari mereka. Menuduh mereka salah berarti juga mengakui diri sebagai pengikut orang-orang yang salah, juga serentak menuduh Roh Kudus salah menuntun mereka. Hal seperti itu mustahil. Orang-orang yang tidak percaya tentu akan menuduh para murid sebagai orang bodoh, salah dan sebagainya.  Percaya kepada orang yang tidak percaya kepada apa yang diwartakan oleh murid-murid awal adalah tragedi yang paling suram dalam perjalanan seorang manusia menuju Tuhan.


Tidak ada Allah lain daripada Allah yang esa.

Perjanjian Lama

Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.[34]

Perjanjian Baru

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. [35]

Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."[36]

Aku dan Bapa adalah satu."[37] Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?" Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."

"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.[38]

Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin! [39]

Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya. Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita.[40]

Coba Anda perhatikan dan renungkan secara khusus teks Kisa Para Rasul itu:

Pertama, Petrus berkata: “Allah memilih aku”.  Siapakah Allah yang dimaksud? Tidak lain adalah Yesus, sebab yang memilih Petrus untuk memberitakan Injil adalah Yesus[41]

Kedua,  Allah yang mengenal hati manusia”. Bandingkan perkataan Petrus kepada Yesus dalam Yohanes 21:17.

Ketiga, “Allah mengaruniakan Roh Kudus”. Siapakah Allah yang dimaksud? Tidak lain adalah Bapa dan Putera 

“tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu[42].

Di sini, Roh Kudus diutus oleh Bapa dalam nama Yesus dan mengingatkan para murid akan semua yang telah diajarkan oleh Yesus.

Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.[43]

Di sini, Roh Kudus diutus oleh Yesus dan bersaksi tentang Yesus.

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.[44]

Di sini, Yesus menjadi penentu: apakah Roh Kudus datang kepada para murid atau tidak.

“Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus”.[45]

Di sini Roh Kudus diberikan oleh Yesus. Jadi, Petrus meyakini Yesus adalah Allah.  Anda mungkin bertanya Roh Kudus mana lagi yang diutus oleh Yesus, jika sebelum Yesus naik ke sorga, Ia telah memberikan Roh Kudus.?

Jawabannya tidaklah sesulit yang anda bayangkan. Kami beri contoh ilustrasi berikut ini:

Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Pada masa pemerintahan Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudoyono diberi tugas oleh presiden untuk menjalankan sebahagiaan tugas kenegaraan/pemerintahan MENHANKAM. Jadi, hanya berupa tugas khusus. Susilo Bambang Yudoyono, baru akan menjalankan seluruh tugas kenegaraan/pemerintahan setelah Megawati menyelesaikan tugas/masa jabatannya sebagai kepala negara/pemerintahan. SBY kemudian dilantik untuk menjadi presiden.

Sejalan dengan ilustrasi itu, sewaktu Yesus masih di hidup di Israel/sebelum kebangkitanNya, Dia sendiri yang lebih berperan, sedangkan Roh Kudus bersifat mendukung/membantu. Nah, setelah Yesus naik ke sorga, maka seluruh tugas yang telah dijalankan oleh Yesus diambil alih oleh Roh Kudus. Roh Kudus itulah yang memimpin kita kepada seluruh kebenaran yang telah Yesus ajarkan. Seumpama pelantikan seorang presiden, pengutusan Roh Kudus oleh Bapa dan Putera adalah “pelantikanNya [Roh Kudus]” menjadi pemimpin umat Kristen kepada seluruh kebenaran. Dalam Injil Yohanes dikatakan:

“Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."[46] 
 

Hanya Allah yang Mengenal Hati Manusia.

Perjanjian Lama:

“maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan Engkau kiranya mengampuni, bertindak, dan membalaskan kepada setiap orang sesuai dengan segala kelakuannya, karena engkau mengenal hatinya--sebab Engkau sajalah yang mengenal hati semua anak manusia”[47]

”maka Engkaupun kiranya mendengar dari sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan kiranya Engkau mengampuni, dan membalas kepada setiap orang sesuai dengan segala perbuatannya, karena Engkau mengenal hatinya--sebab Engkau sajalah yang mengenal hati anak-anak manusia.[48]

Perjanjian Baru:

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.[49]

Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah." [50]


Manusia Hanya Berdosa Kepada Allah.

Perjanjian Lama:

“Mazmur  51:6 Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu”

Perjanjian Baru:

 “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal[51]

Kami sadar betul bahwa Anda akan memakai Alkitab untuk membuktikan bahwa seseorang dapat juga berdosa kepada manusia. Namun bertanyalah kepada hati nurani Anda sendiri. Apakah karena Anda berdosa kepada teman Anda maka Anda memohon pengampunan? Jika demikian, dapatkah teman Anda mengampuni dosa Anda? Tidak, bukan? Bukan pertama-tama Anda berdosa terhadap teman Anda ketika Anda berlaku jahat kepadanya, tetapi terutama karena Anda terlebih dahulu melawan perintah Tuhan dan berdosa terhadap Dia. Anda bersalah terhadap sesama, tetapi berdosa hanya kepada Tuhan. Itulah maksud Alkitab yang mengatakan bahwa Anda pun bersalah kepada saudara Anda. Jadi, pada dasarnya setiap kejahatan yang Anda lakukan terhadap sesama, Anda berdosa terhadap Tuhan. Hanya kepada Tuhan saja engkau berdosa.


Hanya Allah Yang Maha Tinggi Bernama Tuhan.

Perjanjian Lama:

“supaya mereka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama TUHAN, Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.[52]

Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN--keadilan kita.[53]

TUHAN itu pahlawan perang; TUHAN, itulah nama-Nya.[54]

Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.[55]

"Beginilah firman TUHAN, yang telah menjadikan bumi dengan membentuknya dan menegakkannya--TUHAN ialah nama-Nya--:[56]

yang mendirikan anjung-Nya di langit dan mendasarkan kubah-Nya di atas bumi; yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi--TUHAN itulah nama-Nya. [57]

Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya.[58]


Perjanjian Baru:

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" [59]

“mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.”[60]

“mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.”[61]

Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: "Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus." [62]

Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus.[63]

Tetapi Paulus menjawab: "Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus.[64]"

orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.[65]

Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.[66]

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.[67]

Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus. [68]

Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami.[69]

Jadi, Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, Allah beserta kita, Firman yang menjadi daging. Hal ini terjadi dari pihak TUHAN. Bukan karena manusia menetapkannya secara demikian, tetapi Allah sendiri yang berkehendak ajaib seperti itu. Ini amat sulit dimengerti oleh orang yang memang tidak dikaruniai Roh untuk mengerti.

Bagian ini kita tutup dengan pernyataan C.S Lewis dalam bukunya yang berjudul Mere Christianity:

 “Saya berusaha mencegah orang dari mengatakan hal-hal yang bodoh yang biasanya orang katakan mengenai Dia [Yesus Kristus]: “Saya siap untuk menerima Dia sebagai seorang pengajar moral yang agung, tapi saya tidak menerima klaim bahwa Dia adalah Allah.” Ini adalah sesuatu yang kita tidak boleh katakan. Seorang manusia biasa dan mengucapkan apa yang dikatakan oleh Yesus tidak mungkin merupakan seoarng pengajar moral yang agung. Kalau orang itu bukan orang gila – yang setara dengan orang yang mengatakan bahwa dia adalah telur rebus – atau dia adalah si Iblis dari neraka. Engkau harus menentukan pilihanmu. Apakah orang ini adalah Anak Allah, atau orang gila atau lebih parah…. Engkau bisa menutup telinga dan menganggap Dia orang bodoh, engkau bisa meludahi Dia dan membunuh Dia sebagai iblis, atau engkau bisa tersungkur di kakiNya dan menyebut Dia Tuhan dan Allah. Tapi jangan mencari alasan yang tidak-tidak dengan mengatakan bahwa Dia hanyalah seorang pengajar yang agung. Dia tidak memberikan opsi itu kepada kita. Dia tidak bermaksud untuk melakukan itu.


[1] Yohanes 10:30
[2] Yohanes 10:38
[3] Yohanes 14:10
[4] Yohanes 14:11
[5] Yohanes 16:15
[6] Ulangan  32:39.
[7] Yohanes 5:17-18
[8] Yohanes 5:21
[9] II Samuel  7:22
[10] I Tawarikh  17:20
[11] II Tawarikh  6:14
[12] Filipi 2:5-8
[13] I Raja Raja  8:23,lihat juga II Tawarik  6:14
[14] Markus 14:24
[15]Ibrani  7:22
[16] Ibrani  8:6.
[17] Ibrani  8:13
[18] Ibrani  9:15 bdk juga dengan I Korintus  11:25, Markus  14:24, Lukas  22:20

[19] Yesaya  44:6
[20] Yesaya 48:12
[21] Wahyu  1:17
[22] Wahyu  2:8.
[23] Wahyu  21:6
[24] Wahyu  22:13
[25] Yohanes 16:15
[26] Yesaya  45:21
[27] Yesaya  43:11
[28] Yesaya  49:26
[29] Hosea  13:4
[30] II Petrus  1:1.
[31] I Timotius  1:1
[32] Titus  2:13 lihat juga Lukas  2:11, Yohanes  4:42, Filipi  3:20, II Timotius  1:10 Titus  1:4 Titus  2:10, II Petrus  1:11 , II Petrus  2:20  II Petrus  3:2, II Petrus  3:18
[33] II Petrus 3:18.
[34] Ulangan  4:35 Lihat juga Ulangan 4:39, I Samuel  2:2, I Raja Raja  8:60, Yesaya  45:5, Yesaya  45:6.14.18.21.22, 46:9, Yoel  2:27, Zefanya  2:15, Zakharia 14:9
[35] Yohanes 1:1-4.
[36] Yohanes 20:28-29
[37] Yohanes 10:30-33
[38] Matius 1:23
[39] Roma 9:5
[40] Kisah Para Rasul 15:7-8
[41] Yohanes 15:16
[42] Yohanes 14:26
[43] Yohanes 15:26.
[44] Yohanes 16:7.
[45] Yohanes 20:22
[46] Yohanes 16:12-15
[47]  I Raja Raja  8:39
[48] II Tawarikh  6:30
[49] Yohanes 21:17
[50] Yohanes 16:30
[51] 1Korintus 11:26-30
[52] Mazmur  83:19
[53] Yeremia 23:6
[54] Keluaran  15:3
[55] Keluaran  20:7
[56] Yeremia  33:2
[57] Amos  9:6
[58] Zakharia  14:9
[59] Matius 7:21-23
[60] Kisah Para Rasul  8:16
[61] Kisah Para Rasul  19:5 …
[62] Kisah Para Rasul  19:13
[63] Kisah Para Rasul  19:17
[64] Kisah Para Rasul  21:13
[65] I Korintus  5:5
[66] I Korintus  6:11
[67] Kolose  3:17
[68] I Tesalonika  4:2
[69] II Tesalonika  3:6.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar