Selasa, 06 April 2010

Yesus Utusan Allah: Ada Apa?

Banyak orang dewasa ini menyesalkan sikap orang Kristen yang meyakini bahwa Yesus adalah Putera Yahwe serentak Yahwe yang menjadi manusia.
Dalam Alkitab sudah jelas. Yesus sendiri mengakui diriNya sebagai utusan Tuhan. H Insan L. Mokoginta dalam bukunya yang berjudul: 10 Alasan Menjadi Pengikut Yesus Yang Setia Harus Masuk Islam, Penerbit Birrul Walidain, 2006, menyatakan keberatannya sebagai berikut:

“1. Setiap yang diutus Tuhan pasti bukan Tuhan, 2. Yesus diutus oleh Tuhan, berarti…3. Yesus bukan Tuhan, tetapi hanya utusan Tuhan. 4. Setiap yang tidak bisa berbuat apa-apa atas dirinya sendiri, pasti bukan Tuhan. 5. Yesus tidak bisa berbuat apa-apa atas dirinya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan. 6. Setiap yang tidak bisa mengikuti kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan. 7. Yesus tidak bisa mengikuti kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan….”

Jawaban yang dapat dikemukakan berkenaan dengan tulisan di atas adalah sebagai berikut:
a. Seandainya setiap yang diutus Tuhan pasti bukan Tuhan, tidak lalu diartikan harus masuk Islam.
b. Seandainya Yesus diutus oleh Tuhan tidak lalu diartikaan harus masuk Islam.
c. Seandainya Yesus bukan Tuhan, tetapi hanya utusan Tuhan, tidak lalu diartikan harus masuk Islam
d. Seandainya, setiap yang tidak bisa berbuat apa-apa atas dirinya sendiri, pasti bukan Tuhan, tidak lalu diartikan harus masuk Islam
e. Seandainya Yesus tidak bisa berbuat apa-apa atas dirinya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan tidak lalu diartikan harus masuk Islam
f. Seandainya Setiap yang tidak bisa mengikuti kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan, tidak lalu diartikan harus masuk Islam
g. Seandainya Yesus tidak bisa mengikuti kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan, tidak lalu diartikan harus masuk Islam.

Seharusnya, setiap orang bertanya: mengapa dirinya harus masuk Islam? Seandainya anda masuk Islam karena anda merasa adanya kekurangan dalam agama yang anda peluk sebelumnya, maka cara anda berpikir seperti itu tidak tepat. Kalau anda memilih agama Islam hanya karena anda anggap agama Kristen memiliki kekurangan, maka tidak pasti anda akan menemukan agama Islam lebih sempurna daripada agama Kristen.
Katakanlah Yesus adalah utusan Allah, itu tidak berarti agama Islam lebih baik daripada agama Kristen dan karenanya Anda memilih memeluk agama Islam. Jangan salah, orang Kristen sangat yakin melebihi agama manapun bahwa Yesus adalah utusan Yahwe. Persoalannya terletak pada pemahaman dan konsep, serta tindak tanduk Sang Utusan.

Mari kita uraikan lebih lanjut

a. Pengutus dan utusan. Di atas telah kita lihat perkataan Insan Mokoginta: “Setiap yang diutus Tuhan pasti bukan Tuhan”. Jika logika Insan L Mokoginta itu benar, maka benar pulalah pernyataan berikut ini: “Setiap yang diutus manusia pasti bukan manusia”. Renungkanlah dengan baik!!! Kita lihat contoh lain:. “Setiap yang diutus presiden pasti bukan presiden. Andy adalah utusan presiden. Jadi, Andy bukan presiden.” Anda barangkali akan terjebak pada logika semacam itu, lalu mengabaikan esensinya. Pertanyaan untuk sampai kepada esensinya adalah “Mengapa presiden dapat mengutus Andy?” Semua jawaban anda barangkali benar, tetapi tidak esensial. Yang esensial adalah karena Andy adalah manusia. Perutusan dapat terjadi terletak pada ada atau tidaknya kesamaan esensial antara presiden dengan utusannya. Dapatkah presiden mengutus anjing, yang jelas-jelas hakikatnya berbeda dari dirinya? Jika benar bahwa hakikat Allah berbeda dengan hakikat manusia, maka manusia tidak pernah dapat benar-benar menjadi utusan Allah. Hal itu sama dengan anjing tidak mungkin menjadi utusan manusia. Jadi, kesimpulan satu-satunya adalah “Setiap yang diutus Tuhan pasti sehakikat dengan Tuhan”. Jika Allah bersifat ilahi, maka utusannya juga bersifat ilahi. Nah gagasan bahwa Yesus adalah utusan Allah justru mau menegaskan bahwa Yesus bersifat ilahi, Yesus sehakikat dengan Allah.

b. Perbuatan untuk diri sendiri. “Setiap yang tidak bisa berbuat apa-apa atas dirinya sendiri, pasti bukan Tuhan”. Pemikiran dangkal akan langsung menyatakan setuju. Namun bagi mereka yang sedikit memiliki logika tingkat tinggi tentu lain. Renungkanlah baik-baik pertanyaan berikut: perbuatan apakah yang dilakukan oleh Allah untuk diriNya sendiri? Jika Allah berbuat apa-apa atas dirinya sendiri, maka Dia pasti bukan Allah. Allah tidak mungkin berbuat sesuatu atas diriNya sendiri. Berbuat sesuatu atas diri sendiri mengandaikan dalam diri sesuatu itu memiliki kekurangan, atau sekadar ‘ruang’ untuk diisi, dilengkapi, atau dikurangi. Jika Anda percaya seratus persen bahwa Allah adalah MAHASEMPURNA, maka Dia tidak akan melakukan tindakan apa pun lagi untuk diriNya, atau tidak bisa berbuat apa-apa atas dirinya sendiri. Itu tidak berarti Allah tidak dapat bertindak. Allah bertindak ke luar, untuk sesuatu yang berada di luar diriNya, dan BUKAN bertindak ke dalam dan untuk diriNya. Nah, Yesus tidak bisa berbuat apa-apa atas dirinya sendiri justeru menegaskan bahwa Dia adalah Allah. Dengan demikian, Tuhan Allah adalah terbatas dalam pengertian bahwa Dia tidak dapat menyangkal DiriNya, tidak dapat berbuat apa-apa atas dirinya sendiri bahkan sekadar untuk memperbaiki kehendakNya sendiri. Yesus berkata: “Aku dan Bapa adalah Satu (Esa), jadi apa yang menjadi kehendak Bapa adalah kehendak Yesus juga. Tetapi sebagai Pribadi yang sungguh manusia, Yesus dapat berkata: Aku tidak bisa berbuat apa-apa dari diriku sendiri” artinya jika Yesus hanyalah seorang manusia seperti Anda, ia tidak dapat melakukan pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh Allah. Sebaliknya Yesus dapat melakukan pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh Allah (mislanya membangkitkan orang mati), hanya karena Yesus adalah Allah.

c. Tidak dapat mengikuti kehendak sendiri. “Setiap yang tidak bisa mengikuti kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan. Yesus tidak bisa mengikuti kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan….”. Pernyataan itu adalah sebuah bentuk pemaksaan logika manusia modern ke dalam logika Alkitabiah. Kita periksa kalimat di atas dengan sebuah perbandingan. Seorang utusan presiden hendak menjalankan amanat presiden. Sebagai utusan, dia tidak dapat mengikuti kehendaknya sendiri. Dengan kata lain, tugas yang dijalankan oleh si utusan berasal dari kehendak presiden. Dengan penegasan: “tidak bisa mengikuti kehendak sendiri” itu berarti tidak dapat ada dua kehendak, sebab itu mengandaikan ada dua presiden. Dengan penegasan: “tidak bisa mengikuti kehendak sendiri” itu berarti ada dua pribadi yakni presiden dan utusan. Kesimpulan menjadi sangat tidak masuk akal kalau: “setiap utusan presiden yang tidak bisa mengikuti kehendaknya sendiri pasti bukan manusia”.

d. Kita sampai pada inti persoalan: Yesus berkata: “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; menegaskan ada dua pribadi. Yesus berkata: Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, menegaskan hanya ada satu kehendak. Jadi, tekanannya: Satu kehendak Dua Pribadi. (Yohanes 5:30). Kehendak Bapa dilaksanakan oleh Yesus. Bapa adalah Berkehendak, dan Yesus adalah Yang menjalankan kehendak. Analoginya: Presiden adalah berkehendak, dan utusan adalah yang menjalankan kehendak. Kesimpulan akan menjadi salah kalau: “Karena utusan tidak dapat berbuat apa–apa dari dirinya sendiri dan tidak menuruti kehendaknya sendiri, maka utusan pasti bukan manusia”. Jika yang kita maksud dengan kata “Allah” adalah Esensi Dzat Sang Ada, (Keilahian Sang Ada), maka kesimpulan menjadi salah kalau: “Karena Yesus tidak dapat berbuat apa-apa dari dirinya sendiri dan tidak menuruti kehendaknya sendiri, maka Yesus pasti bukan Allah (tidak bersifat ilahi).” Kesalahannya terletak pada penyamarataan begitu saja antara tidak dapat berbuat apa-apa dari diri sendiri (tidak menuruti kehendak sendiri ) dan hakikat. Kita telah melihat bahwa yang mau ditekankan oleh pernyataan Yesus adalah soal kehendak Bapa yang dijalankan oleh Yesus. (Dua pribadi dalam satu kehendak). Jadi, bukan soal keilahian Yesus. Ini sama dengan analogi presiden dan utusannya. Utusan tidak mengikuti kehendaknya sendiri, dan tidak bebruat menurut kehendaknya sendiri, tetapi itu tidak berarti utusan bukan manusia. Keduanya-duanya tetaplah manusia, tetapi yang seorang (utusan) menjalankan kehendak presiden. Demikian juga dengan Yesus: Keduaduanya tetaplah bersifat ilahi, namun Yesus menjalankan kehendak BapaNya. Antara bapa dan anak tentu satu hakikat yakni manusia, demikian juga Yesus yang adalah Putera Yahwe tentu satu hakikat yakni Allah (bersifat ilahi).

Uraian Lebih Lanjut

Cara berargumentasi di atas tadi, bagi sebagian orang akan berpikir, kalau demikian maka semua yang diutus oleh Allah, sehakikat dengan Allah? Dan adalah Allah juga (misalnya Lukas 1:19)? Pertanyaan seperti itu tentu baik. Dengan pertanyaan seperti itu kita didorong untuk lebih mengenal Alkitab, dalam hal ini “makna, konsep” Yesus disebut sebagai “Utusan”. Seorang utusan dapat dikatakan sehakikat dengan Allah sejauh dipenuhi sejumlah syarat:

a. Ada bersama adanya Allah (sama kekalnya dengan Allah)
b. Diutus oleh Allah ke dunia
c. Ke dunia melalui manusia
d. Berasal dan dikandung dari Roh Allah
e. Lahir dari perawan
f. Hakim atas semua manusia
g. Kemuliaannnya sebelum dunia ada
h. Menerima penyembahan
i. Otoritas setara dengan Allah
j. Orang berdoa di dalam namaNya
k. Dapat mengampuni dosa
l. Dapat membangkitkan orang mati
m. Dapat membuat mukjizat
n. Dunia dicipta melalui dia
o. Setiap lutut bertekuk pada utusan itu
p. Memiliki kuasa yang sama dengan Allah
q. Orang menyebut utusan itu Tuhan dan Allah
r. Utusan itu adalah Allah beserta kita
s. Dalam dia, berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an
t. Utusan itu adalah gambar Allah yang tidak kelihatan
u. Lebih unggul dari para malaikat
v. Utusan mati, tetapi bangkit kembali
w. Ia kembali ke asalNya, naik ke Sorga


Siapa pun dapat Anda jagokan. Katakanlah kata “SUPARNO”. Pikiran kita langsung mengatakan bahwa “SUPARNO” adalah sebuah nama Jawa, yang lazim diberikan kepada seorang pria (manusia). Demikian juga, kata “AL ILAH”, kita berpikir bahwa itu adalah sebuah kata Arab, yang lazim dikenakan untuk dewa tertinggi bangsa Arab sejak zaman pra Islam. Dalam perkembangannya, kata itu ternyata dikenakan oleh orang muslim untuk maujud Sang Ada, Pencipta langit dan bumi. Demikian juga dengan kata “UTUSAN”, adalah sebuah kata yang kerap dipakai untuk seseorang yang diberi tugas oleh orang lain dan utusan itu adalah manusia. Tetapi kemudian, kata itu dikenakan untuk sosok yang ilahi. Semua itu dapat terjadi, namun sejauh mana makna sebuah kata (suparno, al ilah, utusan) itu memenuhi syarat untuk dikenakan pada Sang Khalik?. Bagi orang Kristen, Yesus adalah UTUSAN yang memenuhi semua syarat di atas. Oleh karena itu, Yesus adalah ilahi, sehakikat dengan Allah, Allah yang menjadi manusia.

5 komentar:

  1. Terima Kasih atas konsep dan cara berpikir yang rasional. GBU....

    BalasHapus
  2. Cara pandang yg terlalu dipaksakan.kalo allah itu ber inkarnasi menjadi manusia..terlalu rendah derajat allah kalo harus melakukan hal2 yg manusiawi .contoh.tidur.buang air.pake celana dalam.makan.dsb2 yg merupakan sisi kemanusiaan.dalam alkitab tuhan juga dikatakan mempunyai rasa cemburu.coba di cek. Allah yg maha dahsyat saja memiliki rasa cemburu jika ada yg disembah selaim dia.bagaimana munfkin allah yg maha dahsyat mau menyamakan dirinya dengan ciptaaanya?makan tidur buang air kentut .........sifat2 itu sifat2 keterbatasan manusia.sudah dirancang oleh allah karma manusia itu membutuhkan makan tidur dll.allah?tidak.dia tidak butuh itu.tukang kayu...membuat meja dari kayu.tukang kayu bukan meja.meja bukan tukang kayu

    BalasHapus
  3. Sekilas info...
    Saat kapanpun KeilahianYesusKristus juga RohKudus bisa disebut Allah, (hanya jika berdasarkan KualitasKeilahian)

    Demikian juga saat kapanpun Yesus juga RohKudus bisa disebut Utusan, (hanya jika berdasarkan “selain” dalam hal KualitasKeilahian.

    14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
    14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
    +++
    16:26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
    16:27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.

    ---
    5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
    5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
    +++
    13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."

    BalasHapus
  4. Qs 11:37 Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.

    Qs 21:29 Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: "Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain daripada Allah," maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim

    Qs 29:8 Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

    Qs 70:40 Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.
    ---
    3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

    BalasHapus
  5. 28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
    28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
    ---
    5:13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"
    5:14 Dan keempat makhluk itu berkata: "Amin". Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.
    ***
    21:14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

    ---
    8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
    8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
    ---
    9:18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup."
    9:19 Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
    ---
    28:5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
    28:6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
    28:7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."
    28:8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
    28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
    28:10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."
    ---
    1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
    1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.
    1:19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.
    ---
    1:6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, -- bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.
    1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.
    1:8 "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

    BalasHapus